RSS

- GA Series- The Zombie Hunter

- GA Series-
The Zombie Hunter

Story   : Yuka
Editor : Ren & Dyne

Selamat datang di Dunia
Imajinasi


Gedung megah berasitektur klasik berdiri penuh erogan di sebuah kota kecil bernama Lanoire. Kota dimana pengunjung selalu merasakan aura mistis yang slalu datang setelah matahari tenggelam, yang pada akhirnya membuat kota ini sepi pada saat malam. Dan di kota inilah terdapat Hunter Society. Ya, gedung megah klasik itu adalah markas Hunter Society.
Selain itu masih ada H-Academy, tempat dimana para hunter profesional melatih calon generasi penerusnya masing-masing. Ada dua macam hunter di kota mistis ini yaitu Vampire Hunter dan Zombie Hunter.
Dan satu hal lagi, menjadi seorang hunter bukanlah hal yang mudah... Karena mereka adalah orang yang terpilih dan diciptakan dengan kemampuan melebihi orang biasa.


The GA
- Zombie Hunter -

Chapter 01
“Hhhh~ apa-apaan ini? Kita kan calon hunter. Kenapa harus mengerjakan PR Kimia sub kulit atom ini sih?? Memangnya kita akan menghitung berapa atom di tubuh zombie heh?!” ujar Dyne penuh frustasi yang diikuti anggukan setuju dari Ren.
            “Daripada itu, bagaimana dengan aku yang harus mentransletkan bahasa inggris ini, hah?!”sergah Claire disela-sela kesibukannya ngedumel.
            “Oh ya! Sudah dengar kabar soal menghilangnya penduduk di pedalaman Vuscia?”
Kelima remaja yang berada di perpustakaan itu langsung menoleh ke arah Yuka. Tak terkecuali Neivy yang sedari tadi asyik memakan pancake dan beberapa anggur merah.
Mendadak suasana menjadi sungi ~
            “Hm... soal request tentang zombie pemakan jantung itu ya?” sahut Filia sambil tersenyum.
            “Yup! Apa kalian berminat mencari zombie itu?”
            “Aku malas... lebih baik aku ada di bagian operator saja, semua kendali ada di mouse.” Jawab Neivy tanpa memperdulikan tatapan kecewa dari teman-temannya.
            “Jadi kalian berminat mengambil request itu?”
Sebuah suara pemuda membuat mereka menoleh pada sosok yang sedang bersandar di rak buku.
            “Elliot?” panggil Claire hanya untuk memastikan bahwa pemuda itu Elliot Nightray.
            “Ada titipan untukmu Schiffer!”
            “Eh? Dari siapa? Aku merasa tidak memesan sesuatu.” tanya Yuka.
            #Duk
Dyne menginjak kaki Yuka yang membuat si empu kaki menatap tajam.
            “Oz, dia bilang semoga bermanfaat.”
Elliot meletakkan bingkisan kecil di meja, dan berlalu tanpa pamit. Yuka hanya bertopang dagu.
“Arrghh!!! Seandainya senior Itachi tidak sibuk mengurusi data Vampire Hunter-Academy.” Keluh Ren sambil mengacak-acak rambutnya.
“Hmm... Yuka kau ada hubungan apa dengan Oz?” tanya Claire menyelidik.
“Bukan! Mungkin ini untuk kak Ulquiorra, bukan untukku!... Dan bagaimana hubunganmu dengan Hiruma? Heh?”
“Hei sudahlah, aku yang baru berpisah dengan Gray Fullbuster saja cukup santai!” celetuk Dyne dengan aura pink karena sedang membayangkan Takumi Usui, sang leader Vampire Hunter yang mendekati tipe sempurna. Akhirnya keempat gadis itu malah saling mengalihkan pembicaraan.
            “Neivy! Shataruyo membalas e-mailku!” teriak Filia sambil melompat ke awan berlapis-lapis, bagaikan menaiki hiu akrobatis (?) dan menuju rasi bintang paling manis. Neivy hanya tertawa lalu mengambil buku dan membacanya dengan kacamata deteksi.
***
            Seperti malam-malam biasanya, Lanoire sepi dan hembusan angin dingin menyapu permukaan kulit putih Filia, sang leader Zombie Hunter-Team 7 (ZH-T7). Yang beranggotakan Neivy, Yuka, Claire, Ren dan Dyne. Gadis pemilik wajah merona sepanjang masa (?) itu sudah mencapai 95% happiness jika dihitung dengan rumus kebahagiaan. Sementara itu dirumah Yuka, gadis Schiffer itu menarik secarik surat yang terselip di buku sejarah klasik pesanan Ulquiorra pada Oz Vessalius. Perlahan namun pasti, ia membukanya.
            “I-ini?”
            #Klik
            “Yuka, bukunya mana?” tanya Ulquiorra yang muncul dari balik pintu.
            Yuka dengan sigap menyembunyikan surat itu. Anehnya Ulquiorra tidak curiga, mungkin karena pemuda itu sibuk dengan I-Podnya. Setelah menerima buku yang dia inginkan, Ulquiorra beranjak keluar kamar. Akan tetapi Yuka menarik jaketnya dengan kasar (seperti biasa).
            “Kakak tahu soal lambang lingkaran di dalam heksagram atau tidak?” tanyanya seraya merebut I-Pod yg di pegang Ulquiorra.
            “Hmm... itu segel sihir, bila lambangnya terbentuk sempurna maka satu benua bisa musnah. Karena itu lambang kebangkitan zombie.”
            “Aku belum pernah mendengarnya?!”
            “Itu ada di pelajaan kelas 3 nanti, adikku!” ucapnya seraja menjitak kepala Yuka dan menutup pintu, sebelum pembalasan dari Yuka diselancarkan.
            “Gawat!” pekik gadis itu sembari mencak-mencak.
***
            From : Itachi ^-^
                        Tolong beri tahu lead ZH-T7, besok menghadiri rapat mingguan.
            “Dia sms! Apa ini mimpi??!”
Ren tertawa kegirangan (?) karena mendapatkan sms dari sang idola. Untuk sejenak gadis itu berfikir.
            “Rapat mingguan ya? Berarti soal pembagian tugas dong?!” ujarnya sambil mengangguk-angguk. Ia pun membalas sms yang di terimanya.
To : Itachi ^-^
            Senior, boleh aku melihat-lihat gudang senjata?
From : Itachi ^-^
            Boleh saja, kau mau minta data senjata?
To : Itachi ^-^
            Ok! Itu boleh juga senior!
            Terimakasih banyak... ^-^
“Setali tiga uang, bisa lihat-lihat senjata sekalian ngobrol dengan senior! Ok! Sekarang tinggal download datanya!”
            Dan pada akhirnya gadis itu sibuk dengan netbook kesayangannya.
***
“Hiruma ternyata di VH-Academy, yah jarang-jarang dong bisa ketemu,” sesal Claire yang masih menatap layar monitor dengan tampilan dekstop seorang pemuda. Entah karena kecewa atau lelah, gadis hiperaktif memukul pada saat senang itu mematikan laptopnya dan beringsut menyelimuti dirinya dengan selimut, hendak tidur.
“Dilihat dari jadwalnya, besok tak ada pertemuan ZH-T7, malah ada pertemuan antar lead hunter, apa Hiruma juga datang ya?”
Saat mengatakan hal itu mata Claire berbinar. Segala hal yang berhubungan dengan Hiruma selalu membuatnya berfikir tentang pemuda itu. Ckckck
***
Mentari mulai menyingsing. Angin kecil menggerakkan pucuk daun yang berkilauan akibat embun yang tertimpa sinar matahari. Naas, butiran kecil embun di atas daun terjatuh ke atas tanah, meninggalkan bekas gelap di lapisan tanah teratas itu.
Di negeri Finecia  musim berganti tanpa beraturan. Dan di Lanoire, hal itu bukanlah masalah besar. Kota hunter itu selalu sibuk menyelesaikan request yang datang dari luar kota bahkan lintas negeri.
#Tap! tap!
“Kalau aku jadi kau, aku sudah mengatakan perasaanku,” celetuk Neivy sambil mengunyah sawo. Filia sekilas menoleh ke arah Neivy namun akhirnya sibuk menatap langit.
“Setidaknya aku sudah menunjukkan tindakan yang mencerminkan aku menyukainya, seperti~”
“Mengirim e-mail? Ayolah Fil... laiki-laki itu realistis, dia pasti berfikir kau hanya sekedar bertanya, tidak lebih dari itu,” sanggah Yuka disela-sela kegiatannya memotret alam. Neivy mengangguk setuju, hanya itu yang bisa ia lakukan karena mulutnya penuh dengan sawo.
“Memang sih! Tapi kan~”
#Srek, srek, krek
Ketiga gadis itu memasang pose siaga (?). Mengedarkan pandangan kesegala arah.
#Meoww
“Hyaaaaa!!! Kucing!!!”
Neivy dan Filia lari terbirit-birit. Yuka yang setengah kesal karena berfikir mahluk yang akan muncul adalah zombie, malah memotret kucing itu. Ketika lensa DSLR miliknya mengenai objek di balik pohon (kucing tadi) saat itulah aroma kloroform membius gadis itu. (hwaaa nasibku T^T)
***
“Neivy!!! Yuka!! Yuka mana?!?!”
#Ckittt... Seolah mempunyai rem cakram, Neivy berhenti dengan sempurna (?).
“Mungkin dia sedang mencincang kucing kupret tadi!”
Filia langsung cengo mendengar jawaban Neivy.
#Drrtt, drrtt
From : Yuka ‘Tiyem’ (Filia kurang asem >,<’)
            Kalian duluan! Ntar aku nyusul!
“Dia bilang nanti menyusul. Ayo!!”
“Oh... Ok dah!”
***
            Sudah ada lima gadis yang berkumpul di markas Gaplek Alliance, nama kelompok mereka. Gaplek Alliance merupakan nama resmi (?) dari ZH-T7. Sidang rapat mingguan membahas mengenai pembagian tugas team.
            “Diluar jadwal, main bersama yuk?!” ucap Claire senang, karena gadis itu baru saja bertemu dengan Hiruma.
            “Lho Yuka mana?” tanya Ren clingukan kanan kiri, atas bawah, serong kiri, serong kanan (?). Di luar sana hujan salju turun, jika ada Yuka di markas GA, dia pasti sudah memotret salju dari balik kaca besar. (Halah!)
            “Dia bilang sibuk. Kakaknya tidak ada di rumah, jadi dia harus memasak makan malam.” Jelas Filia mengenai ketidakhadiran anggotanya itu.
            “Sejak kapan Yuka bisa masak?” kali ini Dyne ikut bicara, disertai anggukan Neivy.
            “Yah... Siapa tahu Yuka sudah belajar memasak,” celetuk Claire dengan asal-asalan yang di jawab ‘Oh’ oleh member GA lainnya. Setelah ber-oh ria, Filia mengambil lima lembar kertas dari tasnya.
            “Semuanya, kita mendapat tugas untuk request zombie pemakan jantung di Vuscia,” Kata Filia seraya membagikan selembaran itu. Ia berpesan pada Neivy untuk mengantarkan lembaran yang satunya pada Yuka.
            “Yei!!! Aku ada di base!! Jika kalian butuh senjata, bilanglah padaku, nanti ku transfer.” Celetuk Neivy sesekali nari hula-hula.
            “Ok!” seru yang lain serempak.
***
TBC....

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Posting Komentar